Kamis, 11 November 2010

Sate Maranggi

Ini adalah salah satu tempat kuliner andalan di Tasikmalaya. SATE MARANGGI!
Saya udah sering sih dengar tentang kuliner yang satu ini, tapi belum juga sempat mencicipinya. Sampai akhirnya tiba-tiba saja sehabis lebaran kemarin Om saya mengajak kami sekeluarga untuk makan di sana, sebelum dia kembali pulang ke Tangerang.
Sesampainya di sana, saya takjub juga dengan jumlah motor dan mobil yang ada di parkiran, lumayan banyak juga jumlahnya untuk sebuah tempat makan yang yang letaknya agak sedikit ke dalam, tidak di pinggir jalan raya (pikir saya pertama kali).
Sesampainya di dalam, ternyata ramai sekali. Bentuknya menyerupai saung yang besar, dan dimana para pengunjung disarankan untuk melepaskan sandal/sepatunya. Ternyata di dalamnya memang ada yang sedang mengadakan acara ulang tahun, reunian, ataupun hanya sekedar berkumpul bersama. Ada live musicnya juga. Awalnya kami duduk di dekat panggung, namun kemudian kami pindah agak lebih ke belakang dengan latar belakang sawah.
Yang dijual tidak hanya sate, ada banyak menu lainnya. Karena kami sekeluarga besar, maka kamu pun memesan kurang lebih sekitar 5 menu dengan jumlah yang cukup banyak. Saya saja sampai bingung saat makanan-makanan itu datang, rasanya langsung ingin mencicipi semuanya.
Nah, pada saat sate marangginya datang yang ada di pikiran saya hanyalah WOW! Dagingnya besar-besar sekali. Sate biasa yang mungkin apabila kita makan bisa sampai 5-10 tusuk satu porsinya, nah yang ini hanya makan 2-3 saja rasanya langsung kenyang. Patut diacungi jempol. Enak sekali.
Tapi memang harus diseimbangkan dengan banyak makan sayurnya juga, jadi saya juga makan karedoknya yang sangat enak. Ada juga menu ikannya yang juga sangat nikmat, saya belum pernah menemukan menu seperti itu di tempat lain.
Harganya juga cukup murah, jadi tidak usah khawatir deh.
Mampir-mampirlah ke sini apabila sedang berkunjung ke Tasikmalaya.
:)



Pasar Kue Subuh Blok M

Blok M.
Siapa yang tidak kenal Blok M. Hampir semua orang, bahkan yang dari luar Jakarta pasti tahu Blok M. Wisata belanja, kuliner, dan lain-lain ada di dalamnya. Sangat lengkap. Blok M juga menjadi pusat jalur transportasi dengan terminal bus dan TransJakartanya.
Nah, waktu hari Minggu pagi dua bulan yang lalu tiba-tiba ibu dan ayah saya berencana untuk jalan-jalan pagi. Saya pun bersiap-siap dengan memakai kaus dan celana training, serta sepatu olahraga. Adik dan ibu saya juga. Ketika keluar dan sampai di jalan raya, saya dan adik saya berjalan terlebih dahulu jauh di depan dan tiba-tiba ayah saya memilih untuk naik bus kota. (He?) Agak bingung, karena saya pikir kita akan berolahraga pagi. Sampailah kita di Blok M dan langsung menuju Blok M Square.
Ternyata ramai sekali di sana. Ada pasar kue Subuh. Beragam jenis kue yang ditawarkan pedagang berjajar rapi di meja-meja. Tidak hanya kue-kue yang jarang dan sering kami temui, tapi juga ada beragam cupcake dan cake yang cantik-cantik. Risol, pastel, lemper, siomay, lontong, kue lumpur, dll. Semakin berjalan ternyata tidak hanya kue, tapi juga beragam jenis masakan-masakan dan bunga-bunga, lap, dll. Semakin berjalan semakin banyak dagangan dan semakin lengkap. Orang-orang yang beli ke sana ada yang beli satuan, ada juga yang beli banyak hingga berdus-dus.
Kami pun berhenti untuk sarapan pagi. Ayah dan adik saya memilih untuk sarapan dengan bubur ayam, sedangkan saya dan ibu saya memilih untuk membeli nasi dan gulai. Enak sekali. Setelah cukup kenyang, kami juga membeli beragam jenis kue dan juga membeli siomay dengan beragam jenis isi. Rasanya benar-benar enak.
Pasar kue subuh Blok M memang sudah terkenal sejak dahulu dan selalu ramai bahkan bertambah ramai. Untuk masalah harga, tergolong murah. Kita bisa mendapatkan dengan jumlah banyak dan enak dan juga murah.
Seru juga 'kan, jalan-jalan sekeluarga dan mampir ke sini untuk sarapan pagi dan belanja kue-kue dan pulang ke rumah dengan hati senang.

:)







Kuliner Korea

Hai Hoi!
Saya mau sharing pengalaman saya mencicipi kuliner luar negeri, KOREA!
Saya dan beberapa teman saya memang sudah merencanakan untuk mencicipi kuliner tersebut dari jauh-jauh hari, namun karena banyak hambatan, salah satunya finansial, maka tertunda terus. Sampai akhirnya kita pun akhirnya langsung memantapkan diri untuk masuk ke restoran itu.
Awal masuk suasana langsung berbeda, seperti berada di Korea langsung, mungkin juga karena suasana yang diciptakan dari lampunya dan juga berbagai pernak-pernik Korea di sana-sini. Karena salah seorang teman ada yang pernah ke sini, jadi beberapa dari kami sudah siap dengan menu masing-masing seperti yang sudah di jelaskan oleh teman saya itu.
Saya memesan sin-ramyeon yang memang dalam bayangan saya adalah mie khas Korea dengan bumbu yang pedas dan enak. Teman-teman saya ada yang memesan bulgogi+kimchi, sundubu-cige, kimchi-cige, grape juice, dan yang satu lagi saya lupa nama makanannya. :D
Pada saat pesanan saya datang dengan mangkuk yang cukup besar, saya memang takjub dibuatnya. Tapi saat saya mencicipi rasanya, entah mengapa saya sedikit kecewa karena memang tidak sesuai dengan yang ada di bayangan saya pada awalnya. Sama sekali tidak pedas, itu kekecewaan saya yang pertama. Tapi karena saya sangat lapar, langsung saya lahap saja tanpa pikir panjang. Sayangnya, rasa yang tercipta di lidah saya tidak jauh dari rasa Mie Instan yang biasa saya masak di rumah ditambah dengan beragam jenis tambahan sayur dan telur. Entah memang seperti itu, atau restoran tersebut yang tidak sesuai saat mengolahnya. (maaf)
Ketika saya mencicipi kimchi dari salah seorang teman, saya kurang menyukainya, tidak cocok dengan lidah saya. Rasanya asam, sedikit pedas, dan dingin. Menurut saya, ini seperti 'acar'nya makanan Korea. Saya pun beralih ke bulgogi, dan satu kata "ENAK!". Bulgogi adalah masakan yang terdiri dari daging yang tipis dan enak sekali. Untuk kimchi-cige dan sundubu-cige juga cukup enak, saya menyukai kuahnya.
Nah, untuk teman saya yang satu lagi, makanan yang dipesannya benar-benar enak. Tidak pedas memang, tapi enak sekali. (maklum saya adalah pencinta masakan pedas).
Makan masakan Korea memang sebuah pengalaman yang sangat menakjubkan, kita jadi belajar bahwa ada rasa, jenis, dan makanan lain di negara lain yang, baik cocok ataupun tidak dengan lidah kita, tapi kita harus tetap menghargainya. Toh mungkin juga masakan kita tidak cocok di lidah mereka. Lagipula, makanannya juga enak kok sebenarnya mungkin memang tidak cocok saja di lidah kita yang merupakan lidah masakan Indonesia.
Tapi setidaknya sekarang saya tahu ingin memesan apa apabila berkunjung lagi ke sana. Hehehehehe

(maaf apabila ada salah penulisan)
:)





Hadiah Ulang Tahun






Sebelum bulan ramadhan kemarin, tiba-tiba salah seorang teman terdekat saya berkata: "Cin, nanti mampir dulu ke kost saya ya sehabis pulang kuliah."
Dengan penuh rasa ingin tahu dan bingung, saya pun ke sana dengan seorang teman lagi. Sesampainya di sana tiba-tiba dia memberikan sebuah bingkisan yang isinya adalah sebuah bantal yang sangat cantik. Ternyata itu adalah kado ulang tahun untuk saya. Dulu dia pernah berkata bahwa ingin memberikan sesuatu pada ulang tahun saya, tapi tidak juga diberikan dan saya juga melupakannya.
Bantal itu merupakan karyanya sendiri. Sarung bantal yang awalnya putih polos, dipercantik olehnya dengan sulaman pita yang membentuk rangkaian bunga dan daun-daun yang cantik sekali. Dia memang orang yang sangat rajin dan kreatif, saya saja tidak bisa membayangkan diri saya sedang membuat hal semacam itu. Hahahahahaha
Sungguh, itu merupakan hasil karya yang sangat cantik. Ibu saya saja sangat menyukainya.

Terima kasih ya Dila!
:)

Balik Ke Jakarta









Hahahaha, posting saya kali ini hanya ingin sharing foto-foto saat balik ke Jakarta setelah ritual pulang kampung atau mudik Lebaran. Pada saat itu, arus balik ke Jakarta memang sangat ramai dan macet di mana-mana, kami saja sampai mengambil rute yang belum pernah saya lalui sepertinya.
Diliputi rasa bosan, saya pun melihat ke luar mobil dan ternyata pemandangannya sangat indah sekali. Sawah, gunung, pepohonan, aliran sungai yang meliuk-liuk, bukit-bukit dan dilengkapi dengan suasana senja yang kemerah-merahan. Cantik! Tak henti-hentinya saya dibuat takjub. Sungguh cantik, tidak seperti pemandangan di Jakarta yang sangat PENUH. Di sini terasa sangat damai dan tentram.
Saya pun langsung mengeluarkan Digital Video Camera (DiViCam) untuk mengambil foto, sayangnya pada saat saya ingin memotret, mobil berjalan. Pada saat mobilnya berhenti karena macet dan saya sudah bersiap-siap untuk memotret lagi, mobilnya berjalan lagi.
Maklum, karena saya juga buka seorang fotografer yang handal, hasil foto memang tidak cukup jelas, tapi saya sangat menyukai warna-warna yang tercipta di sana. Setidaknya itu masih mewakili kecantikan alam di sana.
Tetapi saya juga tidak tahu sih bagaimana pendapat Anda kalau melihat foto-foto ini. Hehehehehe

:)

Senin, 13 September 2010

kelom geulis asli Tasikmalaya





Kelom alias sandal atau sepatu yang terbuat dari kayu ini memang udah terkenal banget... ya kalo istilahnya di barat sana adalah clogs...
Anyway, tasik kan emang terkenal banget dengan sentra kelom geulisnya yang ada di daerah Gobras (Tamansari)... banyak bgt deh usaha rumahan yang jualan kelom di sana... unik-unik dan sangat menarik... yakin deh kalo udah masuk satu toko rasanya ngga pengen pulang soalnya emang unik banget dan cantik-cantik atau geulis (Bahasa Sunda) banget itu kelom-kelomnya... biasanya sih orang-orang kalo dateng ke sini langsung pada ngeborong banyak soalnya kalo udah masuk ke toko-toko harganya bisa selangit... belanja di sini bisa ditawar kok... sebaiknya sih ngga cuma dateng ke satu toko soalnya tiap toko biasanya punya keunikan tersendiri dan harga yang berbeda-beda pula....

tadi pagi pun saat saya datang ke salah satu tokonya di sana saya jadi berniat untuk membuka usaha jual kelom geulis asli Gobras, Tasikmalaya. lumayan deh, nambah-nambah penghasilan...
:D

Yang di atas itu salah satu contoh kelomnya... :) kebetulan yang saya beli itu yang tipis bukan high heels... dan ternyata saya dikejutkan dengan sandalnya yang sangat ringan... bawahnya juga dilapisi karet secara keseluruhan (jadi kayak sandal jepit) jadi ngga bakal bunyi kalau lagi dipakai...
ada yang mau pesan mungkin? :D daripada harus jauh-jauh datang ke sentra kelomnya itu sendiri... hehehehe


*maaf kalo fotonya jelek :P