Selasa, 22 Mei 2018

Pizza Cone

Repost from my previous blog.

A few weeks ago (2014), my sister, my mom, and me were go to Kuningan. It's a district in South Jakarta that known as a business district and part of Golden Triangle of Jakarta. It's include some popular streets like Rasuna Said, Gatot SubrotoMH Thamrin, and Sudirman. It's also known for SCBD (Sudirman Central Business District), which has The Ritz Carlton Hotel, a popular (and luxurious) mall: Pacific Place, and some other popular place.
Anyway, that's not the main reason why I go there. Kuningan has lots of mall (yeah!), like Kota Kasablanka, Kuningan City, Epicentrum, Lotte Shopping Avenue, Mall Ambassador, etc.
Since my only netbook has got some error issues, so I go to Acer Centre and Acer Store in Mall Ambassador.
After waiting for a few hours, finally my netbook was NOT REPAIRED. Yes, because the technician can't found the problem. Grr!
Well, so to ended that day with happiness, I ask my mom and sister to go and find nice place for lunch. But, when we go to food court in Mall Ambassador, it's too crowded and too noisy (eww!). So three of us decided to go out and go to Food Avenue in Lotte Shopping Avenue.

My sister with a big smile and 2 Pizza Cone in her hands
After each of us finished our Beef Bowl in Yoshinoya (slurp!), we decided to go for window shopping at there. But just few steps from Yoshinoya, tada! we found Classic Pizza Cone!

Seriously, to be honest, I didn't know that this kind of food was exist (haha!) and have invented by someone. My first impression when I saw it, is unique. How come a pizza can be eaten in a shape of a cone?
Then I go to the waiter with full of confident like I have knew it before. I saw the display, it's only has 8 flavors: Frankfurter, Pepperoni, Classic Chicken, Classic Beef, Beef Blackpepper, Smoked Chicken, Cheesy Cheese, and Creamy Corn.


Because we were too curious to wait for another time (and another day) to go here again and try it (since we have full enough after lunch at Yoshinoya), we decided to order! Not just one, but two! Haha!

My sister who was too curious to see the making of Pizza Cone
We ordered for Beef Blackpepper (for me) and Pepperoni (for my sister). They served it in a cone-shaped pack. I'm sorry I forgot how was the making of the Pizza Cone. I was too curious and forgot to take a picture of it.



Then, how about its taste?
Well, good enough for me. Really taste like a pizza, but the cone is a bit hard to bite. And yes, my stomach feel so full. So for the next, I think I won't try it as a snack.
Since I just have tried 2 flavor, I think I do prefer Pepperoni than Beef Blackpepper.

Beef Blackpepper (left) and Pepperoni (right)
After this, I became realized that there are still many other unique and new invention of foods out there that I have not discover yet. I think I will start my food-journey from here. Haha

Kamis, 11 November 2010

Sate Maranggi

Ini adalah salah satu tempat kuliner andalan di Tasikmalaya. SATE MARANGGI!
Saya udah sering sih dengar tentang kuliner yang satu ini, tapi belum juga sempat mencicipinya. Sampai akhirnya tiba-tiba saja sehabis lebaran kemarin Om saya mengajak kami sekeluarga untuk makan di sana, sebelum dia kembali pulang ke Tangerang.
Sesampainya di sana, saya takjub juga dengan jumlah motor dan mobil yang ada di parkiran, lumayan banyak juga jumlahnya untuk sebuah tempat makan yang yang letaknya agak sedikit ke dalam, tidak di pinggir jalan raya (pikir saya pertama kali).
Sesampainya di dalam, ternyata ramai sekali. Bentuknya menyerupai saung yang besar, dan dimana para pengunjung disarankan untuk melepaskan sandal/sepatunya. Ternyata di dalamnya memang ada yang sedang mengadakan acara ulang tahun, reunian, ataupun hanya sekedar berkumpul bersama. Ada live musicnya juga. Awalnya kami duduk di dekat panggung, namun kemudian kami pindah agak lebih ke belakang dengan latar belakang sawah.
Yang dijual tidak hanya sate, ada banyak menu lainnya. Karena kami sekeluarga besar, maka kamu pun memesan kurang lebih sekitar 5 menu dengan jumlah yang cukup banyak. Saya saja sampai bingung saat makanan-makanan itu datang, rasanya langsung ingin mencicipi semuanya.
Nah, pada saat sate marangginya datang yang ada di pikiran saya hanyalah WOW! Dagingnya besar-besar sekali. Sate biasa yang mungkin apabila kita makan bisa sampai 5-10 tusuk satu porsinya, nah yang ini hanya makan 2-3 saja rasanya langsung kenyang. Patut diacungi jempol. Enak sekali.
Tapi memang harus diseimbangkan dengan banyak makan sayurnya juga, jadi saya juga makan karedoknya yang sangat enak. Ada juga menu ikannya yang juga sangat nikmat, saya belum pernah menemukan menu seperti itu di tempat lain.
Harganya juga cukup murah, jadi tidak usah khawatir deh.
Mampir-mampirlah ke sini apabila sedang berkunjung ke Tasikmalaya.
:)



Pasar Kue Subuh Blok M

Blok M.
Siapa yang tidak kenal Blok M. Hampir semua orang, bahkan yang dari luar Jakarta pasti tahu Blok M. Wisata belanja, kuliner, dan lain-lain ada di dalamnya. Sangat lengkap. Blok M juga menjadi pusat jalur transportasi dengan terminal bus dan TransJakartanya.
Nah, waktu hari Minggu pagi dua bulan yang lalu tiba-tiba ibu dan ayah saya berencana untuk jalan-jalan pagi. Saya pun bersiap-siap dengan memakai kaus dan celana training, serta sepatu olahraga. Adik dan ibu saya juga. Ketika keluar dan sampai di jalan raya, saya dan adik saya berjalan terlebih dahulu jauh di depan dan tiba-tiba ayah saya memilih untuk naik bus kota. (He?) Agak bingung, karena saya pikir kita akan berolahraga pagi. Sampailah kita di Blok M dan langsung menuju Blok M Square.
Ternyata ramai sekali di sana. Ada pasar kue Subuh. Beragam jenis kue yang ditawarkan pedagang berjajar rapi di meja-meja. Tidak hanya kue-kue yang jarang dan sering kami temui, tapi juga ada beragam cupcake dan cake yang cantik-cantik. Risol, pastel, lemper, siomay, lontong, kue lumpur, dll. Semakin berjalan ternyata tidak hanya kue, tapi juga beragam jenis masakan-masakan dan bunga-bunga, lap, dll. Semakin berjalan semakin banyak dagangan dan semakin lengkap. Orang-orang yang beli ke sana ada yang beli satuan, ada juga yang beli banyak hingga berdus-dus.
Kami pun berhenti untuk sarapan pagi. Ayah dan adik saya memilih untuk sarapan dengan bubur ayam, sedangkan saya dan ibu saya memilih untuk membeli nasi dan gulai. Enak sekali. Setelah cukup kenyang, kami juga membeli beragam jenis kue dan juga membeli siomay dengan beragam jenis isi. Rasanya benar-benar enak.
Pasar kue subuh Blok M memang sudah terkenal sejak dahulu dan selalu ramai bahkan bertambah ramai. Untuk masalah harga, tergolong murah. Kita bisa mendapatkan dengan jumlah banyak dan enak dan juga murah.
Seru juga 'kan, jalan-jalan sekeluarga dan mampir ke sini untuk sarapan pagi dan belanja kue-kue dan pulang ke rumah dengan hati senang.

:)







Kuliner Korea

Hai Hoi!
Saya mau sharing pengalaman saya mencicipi kuliner luar negeri, KOREA!
Saya dan beberapa teman saya memang sudah merencanakan untuk mencicipi kuliner tersebut dari jauh-jauh hari, namun karena banyak hambatan, salah satunya finansial, maka tertunda terus. Sampai akhirnya kita pun akhirnya langsung memantapkan diri untuk masuk ke restoran itu.
Awal masuk suasana langsung berbeda, seperti berada di Korea langsung, mungkin juga karena suasana yang diciptakan dari lampunya dan juga berbagai pernak-pernik Korea di sana-sini. Karena salah seorang teman ada yang pernah ke sini, jadi beberapa dari kami sudah siap dengan menu masing-masing seperti yang sudah di jelaskan oleh teman saya itu.
Saya memesan sin-ramyeon yang memang dalam bayangan saya adalah mie khas Korea dengan bumbu yang pedas dan enak. Teman-teman saya ada yang memesan bulgogi+kimchi, sundubu-cige, kimchi-cige, grape juice, dan yang satu lagi saya lupa nama makanannya. :D
Pada saat pesanan saya datang dengan mangkuk yang cukup besar, saya memang takjub dibuatnya. Tapi saat saya mencicipi rasanya, entah mengapa saya sedikit kecewa karena memang tidak sesuai dengan yang ada di bayangan saya pada awalnya. Sama sekali tidak pedas, itu kekecewaan saya yang pertama. Tapi karena saya sangat lapar, langsung saya lahap saja tanpa pikir panjang. Sayangnya, rasa yang tercipta di lidah saya tidak jauh dari rasa Mie Instan yang biasa saya masak di rumah ditambah dengan beragam jenis tambahan sayur dan telur. Entah memang seperti itu, atau restoran tersebut yang tidak sesuai saat mengolahnya. (maaf)
Ketika saya mencicipi kimchi dari salah seorang teman, saya kurang menyukainya, tidak cocok dengan lidah saya. Rasanya asam, sedikit pedas, dan dingin. Menurut saya, ini seperti 'acar'nya makanan Korea. Saya pun beralih ke bulgogi, dan satu kata "ENAK!". Bulgogi adalah masakan yang terdiri dari daging yang tipis dan enak sekali. Untuk kimchi-cige dan sundubu-cige juga cukup enak, saya menyukai kuahnya.
Nah, untuk teman saya yang satu lagi, makanan yang dipesannya benar-benar enak. Tidak pedas memang, tapi enak sekali. (maklum saya adalah pencinta masakan pedas).
Makan masakan Korea memang sebuah pengalaman yang sangat menakjubkan, kita jadi belajar bahwa ada rasa, jenis, dan makanan lain di negara lain yang, baik cocok ataupun tidak dengan lidah kita, tapi kita harus tetap menghargainya. Toh mungkin juga masakan kita tidak cocok di lidah mereka. Lagipula, makanannya juga enak kok sebenarnya mungkin memang tidak cocok saja di lidah kita yang merupakan lidah masakan Indonesia.
Tapi setidaknya sekarang saya tahu ingin memesan apa apabila berkunjung lagi ke sana. Hehehehehe

(maaf apabila ada salah penulisan)
:)





Hadiah Ulang Tahun






Sebelum bulan ramadhan kemarin, tiba-tiba salah seorang teman terdekat saya berkata: "Cin, nanti mampir dulu ke kost saya ya sehabis pulang kuliah."
Dengan penuh rasa ingin tahu dan bingung, saya pun ke sana dengan seorang teman lagi. Sesampainya di sana tiba-tiba dia memberikan sebuah bingkisan yang isinya adalah sebuah bantal yang sangat cantik. Ternyata itu adalah kado ulang tahun untuk saya. Dulu dia pernah berkata bahwa ingin memberikan sesuatu pada ulang tahun saya, tapi tidak juga diberikan dan saya juga melupakannya.
Bantal itu merupakan karyanya sendiri. Sarung bantal yang awalnya putih polos, dipercantik olehnya dengan sulaman pita yang membentuk rangkaian bunga dan daun-daun yang cantik sekali. Dia memang orang yang sangat rajin dan kreatif, saya saja tidak bisa membayangkan diri saya sedang membuat hal semacam itu. Hahahahahaha
Sungguh, itu merupakan hasil karya yang sangat cantik. Ibu saya saja sangat menyukainya.

Terima kasih ya Dila!
:)